Pilihlah Rumah Syariah Tanpa Riba

Bukankah aneh melihat saudara Muslim Anda benar-benar menghindari makanan haram seperti daging babi, namun mereka tidak memiliki masalah ketika melahap uang riba (bunga pinjaman)? Padahal dalam surah Al-Baqarah ayat 275 dengan jelas disebutkan, “..siapa pun yang kembali (berurusan dengan Riba), maka mereka adalah penghuni neraka dan akan tinggal di dalamnya”. Untuk itu lebih baik Pilihlah Rumah Syariah Tanpa Riba.

Banyak kejadian di sekitar yang mampu menjelaskan jika riba sanggup mendatangkan kesulitan di kehidupan Anda. Namun jauh lebih penting dan menakutkan dari semua itu yakni konsekuensinya di alam kubur dan akhirat. Masalahnya, saat ini banyak sekali pinjaman yang menyertakan bunga. Terlebih lagi pinjaman tersebut dimanfaatkan untuk membeli properti yang sulit dilakukan dengan uang tunai (seperti rumah). Lalu bagaimana Anda menghindarinya?

Renungkan Pertanyaan Berikut dan Pilihlah Rumah Syariah Tanpa Riba

  1. Apakah Anda perlu membeli rumah meskipun tidak mampu membayarnya?

Rumah atau tempat tinggal merupakan suatu keharusan. Namun jika tidak mampu membelinya, maka menyewa adalah solusi yang tepat. Membayar uang untuk sewa bukanlah hal sia-sia, karena Allah SWT akan memberi imbalan atas kepatuhan dan kesabaran Anda. Hadis riwayat Muslim dan Bukhari menyebutkan, “..ketika seseorang menghabiskan waktu untuk mencari nafkah bagi keluarganya di jalan Allah, maka itu dihitung sebagai amal untuknya”.

  1. Apakah perlu membeli rumah di luar kemampuan Anda?

Jika Anda melihat iklan dalam surat kabar atau internet, maka ada banyak sekali jenis rumah sederhana yang dihargai di bawah nilai Rp 150 juta. Umumnya rumah-rumah ini berada di daerah atau lingkungan yang tidak mahal atau jauh dari perkotaan. Opsi ini jauh lebih baik dibandingkan Anda terjebak riba dan harus membayar mahal untuk kredit rumah di wilayah maju atau berkembang.

  1. Apakah bijak untuk membayar empat kali lipat hanya untuk memiliki rumah dengan cepat?

Sebagian orang mungkin terlena dengan tawaran pembelian rumah yang cepat dengan angsuran yang murah. Padahal dalam sistem kreditur tradisional terdapat angsuran dan suku bunga yang harus Anda bayar sekitar 20 tahun lamanya. Bayangkan jika dalam kurun waktu tersebut Anda kehilangan pekerjaan atau tidak mampu membayar secara tepat waktu. Maka akan ada denda atau penalti di setiap risiko yang Anda hadapi.

Belum lagi jika properti rumah yang Anda beli harus disita karena tidak mampu membayar. Maka berapa jumlah uang Anda yang hilang hanya untuk membayar angsuran yang sia-sia? Bahkan jika Anda pergi melalui pembiayaan syariah ijarah (sewa beli), maka biaya sewa atau keuntungan mark-up yang harus dibayar juga cenderung lebih tinggi dari bunga konvensional. Meskipun keuntungan tersebut tidak dianggap sebagai riba.

  1. Bukankah lebih baik menyewa daripada bingung memikirkan perbaikan dan pajak rumah?

Opsi ini mungkin berlaku untuk sebagian orang yang sering pindah (nomaden) atau memiliki banyak rumah di berbagai daerah. Sebagian orang lebih senang ketika memiliki rumah di suatu tempat, kemudian menjualnya ketika mereka pindah. Sementara sebagian lagi lebih senang membeli banyak rumah untuk bisnis properti dan mendapatkan keuntungan darinya. Tentu ini diperbolehkan, asal tidak ada bunga pinjaman di dalam transaksi tersebut.

Ketika Anda menetap di suatu daerah karena urusan pekerjaan dan sebagainya, maka lebih baik untuk menyewa rumah sementara waktu dibandingkan harus terjebak riba. Sementara ketika Anda menjalankan bisnis properti, maka banyak pertimbangan biaya untuk meningkatkan utilitas rumah. Lantas bagaimana jika Anda mengalami kerugian atau tidak mendapatkan investor untuk menyokong dana? Maka bisa jadi Anda akan berhutang kesana-sini untuk menutupi pembiayaan.

  1. Sudahkah Anda membuat anggaran untuk diri sendiri?

Jika Anda tetap berkeinginan membeli rumah, maka pertimbangkan untuk memilih opsi bebas bunga. Buatlah anggaran yang memungkinkan Anda bisa menghemat lebih banyak uang. Libatkan pasangan atau anggota keluarga Anda dalam proses menabung. Karena semakin banyak uang muka yang Anda berikan, maka semakin kecil peluang Anda terlibat dalam pinjaman kredit. Sementara itu, lakukan penelitian sebelum Anda berakhir di agen real estat.

Perbanyak informasi dari buku atau internet mengenai pembiayaan properti. Atau mintalah bantuan dan saran dari teman dekat Anda yang pernah membeli rumah tanpa kredit. Selain itu, yakinlah bahwa setiap proses dalam membeli rumah tidak semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan penghematan uang selama beberapa tahun untuk Anda bisa membeli rumah impian. Apalagi jika penghasilan Anda rendah dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Apakah Anda yakin gaji Anda cukup untuk membayar angsuran rumah?

Sistem kredit dengan bunga merupakan salah satu pilar konsumerisme. Ibarat api, bunga riba mampu membakar pahala serta rezeki Anda secara bertahap. Ketika Anda mengambil pembiayaan rumah melalui kredit konvensional dan merasakan kemudahan di awal penggunaannya. Maka ada kemungkinan untuk Anda mengambil pembiayaan serupa untuk jenis properti lain seperti mobil dan sebagainya. Sehingga Anda tidak sadar memiliki banyak angsuran setiap bulan.

Sementara dalam pembiayaan rumah konvensional sendiri, ada periode ketika angsuran Anda mungkin lebih tinggi dari biasanya (ketika suku bunga di pasar naik). Lantas apakah pendapatan Anda cukup untuk membiayai itu semua? Apakah sisa pendapatan Anda juga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari? Jika tidak, maka ada kemungkinan Anda akan menggali lubang lain untuk menutupi lubang sebelumnya, yang artinya terjebak banyak hutang.

  1. Apakah Anda memiliki cukup uang untuk setiap keadaan darurat?

Dalam banyak kasus pembiayaan konvensional, ada saat dimana Anda harus membayar denda ketika terlambat membayar. Bahkan ada biaya penalti ketika Anda melakukan pelunasan sebelum masa kontrak berakhir. Jadi apakah Anda pernah memikirkan biaya tambahan ketika itu terjadi? Karena jika tidak, maka ada kemungkinan Anda terjebak kembali dalam hutang riba yang menyesatkan. Jadi lebih baik memikirkan dari sekarang sebelum Anda menyesal.

Opsi non-pembiayaan atau pembayaran tunai mungkin sulit direalisasikan ketika ingin membeli rumah dalam waktu dekat. Namun kredit konvensional atau pinjaman bank bukanlah solusi, karena terdapat bunga yang haram dilakukan. Pilihlah Rumah Syariah Tanpa Riba agar hidup Anda aman baik di dunia maupun akhirat. Sementara itu, hidup berkecukupan akan lebih baik daripada pusing memikirkan tagihan rumah yang tidak kunjung selesai.

 

Baca juga: Apa itu Dosa Riba

HUBUNGI KAMI

  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • infoprosyamar@gmail.com

Copyright @2019 Properti Syariah Marketing