Pengertian Riba dan Praktiknya di Era Modern

Pengertian Riba dan Praktiknya di Era Modern

Hidup sederhana lebih baik daripada pura-pura kaya dengan cara riba. Barangkali Anda pernah mendengar kata-kata tersebut. Pengertian Riba merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT bagi umat  manusia di muka bumi. Riba diharamkan pada kondisi dan bentuk apapun. 

Apabila Anda melakukan riba, maka kelak di akhirat nanti Anda akan dibangunkan dalam keadaan layaknya orang gila.

Tentu saja Anda tidak mau merugi di akhirat nanti. Terlebih lagi dalam praktik riba yang sangat merajalela akhir-akhir ini. Demi perolehan informasi mengenai riba lebih lanjut, maka sebaiknya Anda membaca pengertian tentang riba sebagai berikut.

Pengertian Riba

Kehidupan terus bergerak secara dinamis. Teriring itu pula adanya pengaruh teknologi serta akses informasi yang semakin bebas amat mempengaruhi segala aspek kehidupan termasuk praktik kemaksiatan. Salah satu praktik kemaksiatan yang merajalela sekarang ini adalah praktik riba. Apakah itu riba?

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 278-279 Allah SWT berfirman sebagai berikut. “Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba  jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dam Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya”.

Firman Allah SWT tersebut menunjukkan bahwa Anda dan seluruh umat manusia untuk meninggalkan riba. Hal ini karena perbuatan riba sangat merugikan. Pada hakikatnya riba merupakan penetapan suku bunga atau melebihkan jumlah pinjaman oleh pihak terpinjam kepada pihak peminjam ketika pihak peminjam melakukan pembayaran pinjaman.

Pada intinya riba merupakan penambahan pinjaman atas pinjaman pokok yang dilakukan oleh pihak terpinjam kepada pihak peminjam guna mencari keuntungan atas pinjaman tersebut. Di dalam Islam, memperoleh keuntungan atas pinjaman tidak diperkenankan, sehingga riba diharamkan dalam pandangan Islam.

Praktik riba sendiri sudah diharamkan sejak zaman dahulu. Hal ini seperti yang sudah dijelaskan dalam QS. An-Nisa ayat 160-161 sebagai berikut.

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah.”

“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Dan kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.”

Orang-orang terdahulu telah memandang riba sebagai perbuatan yang haram. Mereka tidak menyenangi perbuatan riba karena dinilai amat merugikan. Selain itu, perbuatan riba akan mendapatkan ganjaran azab yang pedih.

Islam sangat mengharamkan riba namun mendorong adanya sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil dipandang jauh lebih manusiawi ketimbang sistem riba. Adapun perbedaan sistem riba dengan sistem bagi hasil antara lain sebagai berikut.

1. Bunga dan Nisbah

Di dalam praktik riba, keuntungan yang diambil disebut sebagai suku bunga. Penetapan atau pemastian suku bunga dibuat pada waktu awal akad pinjaman dengan tujuan untuk selalu mencari keuntungan. Sementara itu, keuntungan dari sistem bagi hasil disebut sebagai nisbah. Penentuan nisbah dilakukan pada waktu awal akad pinjaman dengan asumsi untung rugi yang akan didapat.

2. Besaran suku bunga dan Nisbah

Besaran suku bunga dilihat berdasarkan jumlah pinjaman. Sementara itu, besaran nisbah dilihat berdasarkan jumlah keuntungan yang diperoleh.

3. Pembayaran suku bunga dan Nisbah

Pembayaran suku bunga tetap seperti yang telah disepakati tanpa pertimbangan tanpa mempedulikan apakah peminjam sedang merugi atau tidak. Sementara itu, besaran pembayaran nisbah tergantung proyek yang sedang dijalankan oleh peminjam. Apabila peminjam merugi, maka kerugian akan ditanggung bersama.

Praktik Riba Modern

Belakangan ini praktik riba telah mengalami modifikasi dan modernisasi pada pengaplikasian ke kehidupan sehari-hari. Biang penghancur ekonomi ini sedang  merayap masuk ke dalam kehidupan manusia dan mulai menggerogoti perekonomian secara diam-diam. Untuk itu, Anda perlu tahu apa-apa saja riba pada zaman modern ini.

1. Penggadaian

Salah satu di antara ragam bentuk riba yang telah mengalami modifikasi serta modernisasi adalah penggadaian. Anda perlu tahu bahwa penggadaian merupakan salah satu praktik riba, yang mana pihak penggadaian akan memanfaatkan barang gadai dan mengambil keuntungan atas barang gadai tersebut.

Imam Syafi’i pernah meriwayatkan perihal pemanfaatan barang gadai sebagai berikut. “Barang gadai tidak dapat hangus. Gadai adalah milik debitur (yang berhutang), miliknyalah keuntungan dan tanggung jawabnya pula kerugian.”

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggadaian merupakan salah satu praktik riba yang telah mengalami modifikasi.

2. Kartu Kredit

Hampir setiap orang di dunia ini kenal dengan kartu kredit. Kartu kredit merupakan salah satu alat transaksi jual beli. Apabila Anda menggunakan kartu ini, Anda akan mendapatkan pinjaman uang kepada pihak penerbit kartu kredit. Setiap bulannya atau dalam tempo waktu tertentu sesuai kesepakatan, pengguna kartu kredit wajib membayarkan tagihan kartu kredit tersebut.

Jika Anda mengalami keterlambatan dalam melakukan pembayaran tagihan kartu kredit, maka Anda akan mendapatkan penalty atau denda. Penalty atau denda ini termasuk praktik riba. Selain itu, ketika Anda sudah menyetujui persyaratan penerbitan kartu kredit seperti ini, berarti Anda juga telah berdosa.

Sebagai solusi, Anda dapat menggunakan kartu debet. Kartu debet akan menyewa jasa transfer atas tagihan Anda. Apabila Anda menggunakan kartu debet, maka pihak penerbit kartu debet akan memotong jumlah tagihan pada dana yang tersedia di dalam tabungan Anda.

3. Tukar tambah emas

Tukar tambah emas merupakan salah satu bentuk riba yang telah mengalami modifikasi. Pada hakikatnya ketika melakukan tukar tambah emas baru dengan emas lama, tidak melihat fisik emas lama serta harga jual yang didapatkan atasnya. Dengan begini, Anda akan merugi. Jika Anda ingin melakukan tukar tambah, sebaiknya dengan jenis emas yang sama misalnya emas baru dengan emas baru.

Selain tukar tambah emas, jual belie mas secara online termasuk ke dalam praktik riba. Hal ini karena jual beli emas online tidak direkomendasikan. Eksekusi jual beli mas dianjurkan untuk dilakukan secara tatap muka langsung agar menghindarkan dari segala hal yang merugikan. Sehingga apabila Anda ingin melakukan praktik jual beli emas, sebaiknya Anda melakukannya secara langsung.

Seperti itulah ulasan mengenai pengertian riba yang kiranya dapat menambahkan pengetahuan Anda. Jangan jadikan riba sebagai gaya modern, sebab riba merupakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT.

Baca juga, Apa Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional ?

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • infoprosyamar@gmail.com

KATEGORI

Copyright 2017 propertisyariahmarketing.com