Kenali Definisi, Konsep dan Jenis Bisnis Investasi Syariah

investasi syariah properti
photo credit: danadidik.com

Bisnis adalah hal yang sangat banyak dilakukan oleh banyak orang. Agar bisnis anda lancar tentunya anda membutuhkan strategi dalam mengetahui tips dan trik dalam berbisnis. 

Anda juga perlu mempunyai banyak jaringan atau kenalan dalam berbinis. Langkah lain yang mungkin dapat anda jadikan batu loncatan dalam berbisnis adalah investasi syariah. Hal ini sangat penting anda lakukan dalam berbisnis.

Masih ada beberapa orang yang belum begitu mengetahui atau familiar dengan adanya kata investasi. 

Termasuk bagi orang yang akan memulai berbinis. Mengetahui arti kata investasi sangatlah penting. Tidak hanya mengetahui namun trik dan strategi dalam melakukan investasi pun juga perlu dipahami. 

Oleh sebab itu bagi anda yang akan berbisnis, simaklah beberapa penjelasan mengenai investasi.

definisi investasi syariah
photo credit: simplenews

Konsep dan Definisi Investasi Syariah

Melakukan investasi merupakan kegiatan ekonomi yang mempunyai banyak manfaat. Salah satunya adalah menjalin silaturahmi dengan manusia dan tentuna mendapat keuntungan lain berupa uang. 

Sementara itu untuk definisi investasi merupakan sebuah istiralah yang mengandung beberapa pengertian. 

Di dalamnya terdapat pengertian yang mempunyai kaitan dengan ekonomi dan uang. 

Setelah mengetahui beberapa informasi mengenai investasi, anda pun juga harus mengetahui investasi yang sesuai dengan ajaran Islam. 

Informasi ini sangat penting bagi anda yang akan berbisnis dan juga merupakan seorang kaum muslimin. Tentunya anda ingin mempunyai bisnis syariah dengan investasi yang juga sesuai dengan kaidah Islam. 

Berikut adalah beberapa informasi dan penjelasan lengkapnya.

1. Jenis Usaha

Dalam melakukan investasi anda harus memastikan bahwa pihak yang akan anda investasikan mempunyai jasa atau barang yang tidak dilarang oleh prinsip-prinsip syariah. 

Seperti misalnya adalah lembaga asuransi konvensional, perjudian baik online maupun offline, produsen dan distributor makanan minuman haram, serta yang merusak moral dan bersidat mudarat.

2. Jenis Transaksi

Selain jenis usaha anda juga harus memperhatikan jenis transaksi. 

Dalam proses ini anda harus sangat berhati hati dalam berspekulasi.

Apakah barang atau jasa yang akan anda investasikan merupakan barang yang mempunyai unsur zhulm, maysir, gharar, dan dharar, mempunyai informasi yang menyesatkan, dan menguntungankan perusahaan secara berlebihan. 

Apabila perusahaan tersebut mmepunyai barang dan jasa yang sekiranya diharamkan dalam Islam maka sebaiknya anda menghindari berinvestasi di tempat tersebut. 

Anda akan gagal dalam melakukan investasi yang syariah. Padahal, tujuan pertama anda berbisnis adalah mencari untuk dan juga mencari pahala dengan menghindari barang yang haram.

3. Motivasi dan Niat

Bagi kaum muslimin tentunya sudah tau bahwa niatan buruk merupakan sebuah perbuatan yang dilarang. 

Begitu juga niat dalam berbisnis. 

Apabila niat awal anda berbisnis adalah sesuatu yang buruk seperti riba, maka ini bukanlah sebuah investasi yang halal.

Oleh sebab itu anda harus mengindari niatan buruk dalam berbisnis agar anda bisa berinvestasi sesuai dengan syariat.

4. Transaksi dalam Investasi

Orang-ornang yang dapat memenuhi syarat transaksi ialah pihak yang mempunyai pemahaman dan kesadaran mengenai konsekuensi setelah transaksi, 

jasa dan brang yang akan ditransaksikan merupakan sebuah sesuatu yang sangat halal dan pihak yang terlibat mengetahui karateristiknya. 

Selain itu jenis transaksi dapat dipahami oleh kedua belah pihak yang terlibat.

5. Penggunaan barang

Meskipun barang dan jasa yang ditawarkan termasuk halal, namun penggunaannya juga bisa haram. 

Sehingga sebagai seorang investor anda perlu mengetahui barang atau jasa yang akan anda investasikan apakah mempunyai penggunaaan yang halal. 

Dengan mengetahuinya anda akan menjadi tau manakah yang haram ataupun halal dalam melakukan investasi bisnis.

Contoh dan Jenis Investasi Syariah

perbedaan investasi syariah
photo credit: tirto.id

Bagi anda yang belum pernah mendengar mengenai investasi yang syariah, maka anda perlu mendengar mengenai informasi berikut ini. 

Tentunya dalam berinvestasi tidak terlalu susah dalam membedakan manakah yang syariah dan konvensional. 

Pada intinya,..

Letak perbedannya adalah pada prosesnya. Untuk konvensional akan mempunyai unsur riba. Sebaliknya, syariah tidak memperkenankan. 

Setelah mengetahui informasi mengenai perbedaan investasi konvensional dan syariah, anda juga perlu mengetahui jenis-jenis investasi yang bersiat syariah yang dapat anda lakukan. 

Tentu saja dalam melakukan investasi anda akan merasakan keuntungan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh sebab itu 

Simaklah beberapa penjelasan mengenai beberapa jenis investasi yang bersifat syariah berikut ini.

1. Deposito bagi hasil

Dalam melakukan investasi ini anda dapat melakuan system bagi hasil dengan pihak lain yang terlibat. 

Anda dapat mendepositkan uang berbisnis anda ke bank syariah yang sudah sesuai dengan jumlah nominal uang yang ditentukan. 

Sebelumnya anda harus melakukan pernjanjian atau akad Mudharabah yang di dalamnya merupakan musyawarah jumlah bagi hasil. 

Tentunya dalam menentukan keuntungan dari bagi hasil adalah dengan menyesuaikan angka laba bersih dari pengelolaan dana. 

Uang yang sudah anda investasikan tersebut pada umumnya dapat anda ambil atau cairkan dalam waktu 5 atau 10 tahun setelah anda sudah sepakat dengan pihak lain yang terlibat dalam proses investasi anda. 

2. Asuransi syariah

Seperti yang anda ketahui saat ini sudah banyak sekali orang yang menggunakan jasa asuransi. 

Namun, banyak sekali asuransi yang sebenarnya tidak sesuai dengan syariat Islam. 

Oleh sebab itu anda perlu mengetahui beberapa cara dalam berinvestasi untuk asuransi syariah. Tentu saja dalam melakukannya anda harus mengikuti syariat Islam yang sudah diajarkan dan tersedia. 

Asuransi syariah mempermudah para nasabahnya untuk dapat mendapatkan uangnya kembali meskipun sudah melewati tenggat jatuh tempo. Berbeda dengan asuransi kovensional, asuransi jenis ini menggunakan konsep titipan atau wadiah.

Dengan kata lain dana akan dikembalikan kembali ke nomor rekening anda yang sudah dipisah dari rekening yang baru. 

3. Investasi emas

Dalam melakukan jenis investasi ini anda tidak memerlukan skill atau trik tertentu. 

Anda hanya perlu tabungan emas yang dibeli di gera emas resmi seperti Pegadaian atau Antam. Kabar baik bagi anda yang mempunyai modal kurang anda tidak perlu khawatir. 

Fatwa MUI menyebutkan bahwa jual beli mas sudah boleh dilakukan dalam transaksi kredit atau dengan cicilan . 

4. Investasi Properti

Membangun tanah atau berinvestasi di dalamnya merupakan salah satu hal yang sangat sesuai dengan syariat Islam. 

Terlebih apabila anda investasi tanah atau kavling syariah. Seperti yang anda ketahui bahwa harga tanah setiap tahunnya akan terus meningkat. Oleh sebab itu jika anda berinvestasi tanah maka anda tidak usah khawatir. 

Tentunya nantinya akan ada customer yang akan tertarik.

Tentu saja dalam melakukan investasi jenis ini akan menghadirkan banyak sekali kelebihan. 

Dari sini anda tidak perlu lagi apakah anda akan tertarik untuk segera berinvestasi yang sesuai ajaran Islam. 

Mungkin sebagian dari anda masih belum mengerti mengenai kelebihan yang dimiliki oleh investasi jenis ini.
Kelebihan yang anda akan rasakan dari investasi syariah adalah bebas riba. 

Tentunya anda tidak ingin bisnis anda mempunyai banyak riba. Selain itu terhindar dari grahar dan masyir.

Baca juga:

Support by: Properti Syariah Marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2019 Properti Syariah Marketing

HUBUNGI KAMI

  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • infoprosyamar@gmail.com