4 Cara Beli Rumah Yang Aman Tanpa KPR

KPR merupakan bentuk pinjaman yang banyak digunakan untuk beli rumah. Namun untuk pengajuannya diperlukan beberapa persyaratan. Kualifikasi tersebut mencakup nilai kredit yang harus dibayar, uang muka yang cukup, berbagai persyaratan umur, lama bekerja, dan tentunya bunga pinjaman. 

Namun KPR bukanlah satu-satunya cara beli rumah yang aman. Jika Anda berpikir luas, maka Anda bisa melakukan pembelian rumah tanpa kredit yang mahal.

Program KPR umumnya ditawarkan oleh pemerintah dan perbankan untuk sistem pembelian rumah yang mudah. Terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah di beberapa wilayah yang berkembang. Namun sistem ini cenderung berat ketika dijalankan. 

Selain itu, beberapa orang menilai jika bunga KPR merupakan riba dan haram dijalankan untuk yang beragama Islam. (Meskipun saat ini juga banyak bermunculan sistem pembelian rumah dengan KPR syariah).

Mengapa KPR Konvensional Sangat Memberatkan?

1. Membuat tidak nyaman

Jika Anda termasuk orang yang tidak suka berhutang, maka membeli rumah KPR bisa membuat keuangan Anda tidak nyaman. Anda mungkin akan melunasi rumah setelah 15 tahun lamanya, dengan ketentuan pembayaran kredit beserta bunganya setiap bulan. Namun apa yang terjadi jika di tengah jalan Anda kehilangan pekerjaan atau tidak mampu membayar? Maka dari itu, hidup Anda akan lebih tenang tanpa KPR.

2. Membayar lebih untuk bunga KPR

Dalam praktek lapangan, bank menerapkan dua sistem bunga KPR yaitu fixed rate (bunga tetap) dan floating rate (bunga mengambang). Untuk beberapa kasus cicilan KPR akan tetap sama selama beberapa tahun pertama saja (kurang lebih 2-5 tahun pertama), setelah itu cicilan KPR Anda akan mengikuti floating rate. Dengan demikian ketika terdapat kenaikan suku bunga, maka cicilan KPR Anda juga ikut naik.

3. Terlalu banyak persyaratan

Untuk mengajukan KPR dalam pembelian rumah baru, maka Anda mungkin dibuat repot dengan berbagai persyaratan. Bank mungkin menginginkan salinan gaji dan informasi kerja Anda untuk menentukan skor juga proses BI Checking. Selain itu, Anda harus menunggu proses yang lama untuk bisa memiliki hak penuh atas rumah tersebut. Belum lagi bank kemungkinan mengenakan biaya jutaan rupiah untuk penutupan, dan banyak yang harus ditandatangani sebelum penyerahan.

 

4 Cara Beli Rumah Yang Aman Tanpa KPR

1. Hidup dengan satu penghasilan

Sebagian orang menyukai gagasan untuk membayar tunai ketika membeli rumah baru, namun tidak pernah bisa mewujudkannya. Satu-satunya alasan karena biayanya yang sangat tinggi. Sementara itu, jika Anda termasuk keluarga dengan dua penghasilan maka cara yang aman untuk membeli rumah tanpa KPR yaitu dengan hidup berpenghasilan tunggal selama beberapa tahun. Pendekatan ini memungkinkan Anda untuk menghemat 100 persen dari satu gaji.

Sebagai perumpamaan, jika Anda dan pasangan masing-masing bisa menghasilkan Rp 30 juta dalam setahun. Jadi daripada mempertahankan gaya hidup mewah sebanyak Rp 60 juta per tahun, maka lebih baik hidup sederhana untuk beberapa tahun dan menghemat setengah dari penghasilan gabungan Anda. Dengan begitu, Anda akan memiliki sekitar Rp 150 juta uang tunai untuk membeli rumah dalam kurun waktu lima tahun.

Tentunya hidup sederhana selama beberapa tahun lebih mudah ketika diucapkan daripada dilakukan. Untuk membuatnya efektif, maka pertimbangkan untuk menyewa kamar kos sementara waktu. Anda bisa menyewa kamar kos di sebuah apartemen, rumah keluarga, atau kerabat Anda. Sementara itu, kurangi liburan Anda untuk beberapa waktu, dan gunakan mobil atau motor secara bersama. Yakinlah bahwa bentuk pengorbanan ini akan terbayar pada waktunya.

2. Jual rumah Anda dan beli satu lagi

Jika Anda berpikir untuk melakukan penghematan dan memiliki banyak ekuitas di rumah Anda saat ini, maka opsi lainnya yaitu menjual rumah Anda tersebut. Ambil keuntungan dari penjualan, lalu pindahlah ke lokasi dengan biaya hidup lebih rendah. Opsi ini berfungsi ketika Anda saat ini tinggal di daerah dengan biaya hidup mahal. Dengan begitu Anda bisa mengambil keuntungan di lokasi yang baru.

Jadi katakanlah dari penjualan rumah Anda saat ini bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 150 juta. Maka nominal tersebut mungkin cukup untuk membayar tunai sebuah unit rumah baru yang lebih sederhana di lokasi yang tidak mahal. Membangun ekuitas rumah Anda saat ini sama dengan meningkatkan nilai jual rumah. Tentunya ini termasuk investasi yang menguntungkan dibandingkan Anda harus melakukan kredit yang mahal.

3. Melalui investor

Anda mungkin gemar membeli rumah bukan untuk tempat tinggal, melainkan sebagai investasi di bidang properti. Namun untuk mendapatan properti investasi melalui hipotek atau KPR cenderung lebih sulit. Umumnya para pemberi pinjaman memiliki skor kredit yang lebih tinggi untuk pembelian rumah investasi. Ditambah lagi, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak uang muka dan uang tunai untuk perbaikan properti yang menambah nilai jualnya.

Untuk menyelamatkan Anda dari kredit yang mahal, Anda bisa mencari investor untuk menutupi biaya pembelian dan perbaikan rumah. Kerjasama ini cenderung lebih aman dan jauh dari riba, karena dilakukan berdasarkan bagi hasil. Para investor akan membayar tunai untuk properti Anda, dan bahkan menyediakan dana untuk rehabilitasi. Setelah Anda membalikkan nama dan mendapatkan keuntungan, maka hasil yang didapat dibagi dengan investor.

4. Melalui pembiayaan penjual

Di beberapa tempat (biasanya pedesaan) yang mengutamakan asas kekeluargaan, terkadang para pemilik rumah bersedia untuk menjual properti mereka secara langsung. Artinya para pemilik rumah bersedia melunasi rumah Anda. Sementara itu Anda harus melakukan pembayaran secara bulanan atau tahunan kepada penjual (pemilik rumah), bukan melalui bank. Adapun setiap transaksi yang dilakukan harus disertai dokumentasi tertulis, dan harus ditandatangani kedua belah pihak.

Para penjual dan pembeli harus membuat Surat Perjanjian Pembelian Rumah untuk memfasilitasi penjualan dan menguraikan rincian pembayaran. Dalam banyak kasus, pemilik rumah selaku penjual akan menunggu pemberian akta sampai Anda melunasi pembayaran akhir. Dengan kata lain, penjual bisa menggunakan akta rumah sebagai jaminan. Namun bagian tersulitnya yaitu jarang menemukan penjual yang mau atau tidak membutuhkan uang tunai dalam waktu dekat.

Ada banyak cara beli rumah yang aman tanpa melalui perbankan atau KPR. Tentunya pihak ketiga ini tidak akan membebankan suku bunga yang mahal dan naik turun. Namun untuk melaksanakannya memang tidak mudah. Membayar tunai sebuah rumah merupakan investasi yang besar yang bisa dilakukan dengan kerja keras dan disiplin. Karena tidak ada ramuan ajaib yang bisa membuatnya lebih cepat atau mudah.

 

Baca juga: 

Support by: Properti Syariah Marketing

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • 0821 123 777 83
  • infoprosyamar@gmail.com

Copyright @2019 Properti Syariah Marketing